29 Desember, 2014

Mengenal Salaf

Istilah salaf lahir ketika terjadi perselisihan diantara firqah-fiqah kalamiyah mengenai masalah-masalah ushuludin. Semuanya mencoba menamakan dirinya sesuai as-salafush-shalih. Karena itu wajar bila kemudian lahir kaidah-kaidah yang jelas bagi golongan salaf sehingga mereka dapat dibedakan dengan firqah-firqah lainnya yang mengaku salaf.

Dikatakan, lahirnya "Istilah salaf" (bukan "lahirnya salaf"), sebab "As-Salaf" mengandung pengertian orang-orang terdahulu. Adapun orang yang paling terdahulu terdahulu bagi umat Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam ialah para shahabat radliyallahu'anhum disusul kemudian oleh tabi'un  dan atba'ut-tabi'in[1].

Dengan demikian madzab salaf berarti madzab para shahabat radliyallahu'anhum serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Jadi, "As-Salaf" sebenarnya  bukan merupakan madzab baru. Ia telah ada semenjak zaman Rasullullah shallallahu'alaihi wa sallam. Hanya istilah dan penamaannya  saja yang baru muncul dan menjadi tekenal di kemudian hari. Sebagaimana halnya Ahlus-Sunnah[2], ia juga merupakan madzab para shhabat radliyallahu'anhum. Tetapi, istilah Ahlus sunnah baru terkenal setelah berkembangnya  fitnah dalam  masalah ushuluddin. Dan hakikatnya, istilah salaf merupakan istilah lain dari Ahlus-Sunnah, Ahlul-Hadits serta Ahlul jama'ah[3].   

TA'RIF SALAF
Menurut bahasa: Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri- yang menukil dari lisanul Arab menyebutkan[4] bahwa, "As-Salaf" ialah orang-orang yang telah terdahulu dari kalangan bapak moyang anda, termasuk pula seluruh kerabat anda yang umur maupun kedudukannya lebih tinggi daripada anda. Sedangkan dalam Mukhtarus-Shahih disebutkan pula bahwa, Salaf nya seseorang berarti para nenek moyang yang terdahulu[5].  
MENURUT ISTILAH
Para ulama berbeda pendapat tentang siapakah sebenarnya As-Salafush Shalih itu. Berkenaan dengan ini, Syaikh Abdul Almisri mengangkat beberapa perbedaan pendapat ulama tersebut, diantaranya:[6]
- Al qolsyani berpendapat: "As-Salafus Shalih adalah generasi pertama, yaitu generasi yang ilmu-ilmunya benar-benar meyakinkan. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menjadikan petunjuk nabi Salallahu 'alaihi  wa sallam, sebagaii petunjuknya. Merekalah pemelihara sunnah nabawiyah. Mereka adalah orang-orang yang dipilih Allah Ta'ala khusus untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, menjadi penegak diinullah dan telah diridhoi sebagai para imam para umat. Mereka pun telah mencurahkan segenap jiwa raga dalam rangka mencari mardhotillah. Allah Ta'ala telah benar-benar memberikan pujian kepada mereka didalam kitab-Nya …..Oleh karena itu, wajib mengikuti ilmu yang telah disampaikan oleh mereka dan wajib pula mengikuti jejak-jejak tindakan mereka serta memohonkan ampun bagnya."
- Al-Adawi, dalm Al-Hisyiyah membatasi pengertian saaf hanya pada para sahabat, berdasar apa yang telah dikatakan oleh ibnu Naji:" As-Salafush-Shalih ialah sifat lazim (mesti) hanya bagi para sahabat dan tidak seorangpun selain mereka yang dapat disifati sebagai as-salaf."
- Semantara Al-Bajuri berpendapat lain beliau mengatakan," Yang dimaksud orang salaf adalah orang-orang yang terdahulu dari kalangan para nabi, sahabat, tabi'in, dan atba'ut-tabi'in terutama empat imam mujtahid."
- Syaikh Mahmud Khafaji mengatakan, bahwa tidaklah cukup hanya dengan memberi batasan waktu semata dalam mendefinisikan para salaf.
- Akan tetapi, mestilah ada prinsip lain, yaitu kesesuaiaan dengan alkitab was-Sunnah. Oleh karena itu barangsiapa, yang ra'yunya bertentangan dengan al-kitab Was-Sunnah berarti dia bukanlah seorang salafi. Walaupun hidup ditengah-tengah para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in."
- Menurut kesimpulan Syaikh Ibnu Hajar Al-Qathari:" Berdasarkan kenyataan ini,maka yang disebut dengan madzab salaf ialah apa yang ditempuh oleh para sahabat radliyallahu 'anhum, para tabi'in yang mengikuti mereka dengan ihsan hingga hari pembalasan, at ba'ut- tabi'in, serta para imam yang telah terbukti keimamahannya dan telah dikenal kedudukan agungnya dalam ad diin serta orang-orang pun telah sepakat (bisa) menganbil perkataannya. Seperti imam yang empat, Sufyan Ats-Tsauri, Al-Laist bin sa'd, Abdullah bin Al mubarak, Ibrahim An-Nakha'i, Al-Bukhari, Muslim dan semua pemilik kitab As-Sunnan, selain para ahlul bid'ah, atau orang-orang yang dikenal dengan julukan yang tidak baik, seperti Khawarij, Rafidhah, Murji'ah, Jabariyah, Jahmiyah, dan mu'tazilah
Dari beberapa pernyataan ulama diatas, akhirnya Syaikh Muhammad Abdul hadi al misri menyimpulkan bahwa as-salaf adalah istilah yang digunakan untuk menyebut para imam terdahulu dari kalangan tiga generasi pertama yang diberkahi, terdiri dari para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in sebagaimana tersebut dalam hadist riwayat Al-Bukhari, yang artinya:
"Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian yang sesudah mereka, kemudian sesudah lagi. Sesudah itu datang orang-orang kesaksian salah seorang diantara mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya."
Dengan demikian, setiap iltizam kepada aqidah pemahaman, serta landasan para imam tersebut, berarti ia di nisbatkan sebagai pengikut mereka (salaf), walaupun tempat serta masanya saling berjauhan. Sebaliknya, siapa yang tidak sejalan dengan mereka, maka ia tidak termasuk golongan mereka sekalipun hidup bersama-sam di satu tempat atau satu masa."

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian salaf atu ulama salaf ialah para sahabat radliallahu'anhum, atau para sahabat dan tabi'in, atau sahabat tabi'un dan atba'ut-tabi'in atau siapa saja yang ittiba' kepada manhaj mereka. Minimalnya, setiap orang yang ittiba' kepada para manhaj sahabat, tabi'in atau atba'ut tabi'in disebut sebagai pengikut salaf atau salafi.
Wallahu A'lam
Ibnu 'Asif

[1] Qwa'id Al-Manhaj As-Salafi wa An-Nasqil Islami fi Masa'il Al-Uluhiyah wa-Al'alam wa Al-Insan 'inda SyaikhilIslam Ibnu Taymiyah , Dr. Mustafa Hilmi, Dar Al-Anshar-Cairo, cet. 1 1396H, hal.35.
[2] Perhatikan Ahlus-sunnah wal Jama'Allah Ma'alim Al-Inthilaqatil Kubra, Muh, Abdul hadi Al-Misri, Dar Thayyibabh-Ruyadh, Cet, IV, 1409H, Hal 37.
[3] Perhatikan,ibid, hal, 43-51.
[4]  Ibid, hal51.
[5] Mukhtarush-Shihah; ImamAr-Razi, Dar Al-Kitab Al-'Arabi- Beirut, Cet, I 1967 M hal 309
[6] Muh. Abdul Hadi Al misri; Ahlus Shunnah Al-Ma'alim, hal 51.52

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE